Tampilkan postingan dengan label langkah pencarian kedamaian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langkah pencarian kedamaian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

3 Pintu Menyapa Alamku




Di ujung sulawesi selatan , negeri matahari terbit yang masih dalam peraduan alamnya. berdiam dalam dinginya  di kala malam gelap menyapa.


3 pintu menyapa alamku. Satu keindahan dengan wujud alamku. Alam yang beribu keindahan akan panoramnya. Bukit bukit, hamparan sawah, pulau yang indah merangkai dalam satu kesatuan cinta keindahan itu. Jalan dalam perbatasan pintunya. Jejak setelahnya kabupaten bulukumba, bone atau gowa.


Sinjai dalam keberadaan meskipun dalam kesunyiaan, di balik kesunyian tersimpan beribu misteri mutiara dan filosofi yang mulai hilang dalam kekiniaan.


Objek wisata akan anugrahnya seperti benteng balanipa, taman purbakala gojeng, rumah adat karampuang, pantai ujung kupang, obyek wisata air terjun kembar batu barae, air terjun barania, dan air terjun tujuh tingkat.


Benteng balanipa, yang ada  di sinjai utara dalam area kota kabupaten sinjai. Sebagai bentuk persekutuan dan simbol dalam kesatuan  tellu limpoe dalam rangkaian pertahanan di masa kerajaan gowa ke 9. Benteng yang mencirikan arsitektur khas eropa abad 19.


Taman purbakala batu gojeng yang berada di pesisir kota Merupakan taman bersejarah bagi kabupaten sinjai. Tempat bisa memandang kota sinjai dari atas, memandang pulau sembilan yang berjejer dalam kebisuan. Tempat bisa melepas sahaja dalam semilirnya angin sepoi di kala mentari menghempaskan cahayanya.


Rumah adat karampuang yang menyimpan ribuan makna akan hidup. Tersimpan filosofi filosifi masyarakat dalam menjalani kehidupan. Sebuah rumah dan simbolnya mencirikan akan kehidupan manusia alam dan pencipta. Sebuah  tempat pertemuan antara puang dan karaeng hingga dalam penyatuan nama secara simbolik rumah adat karaengpuang yang kini menjadi karampuang.sebuah perdamaian  hidup di kala keserakahan dan kerusuhan hidup.


Pulau sembilan yang berjejeran pulau yang indah dan masyarakat dalam profesinya  sebagai nelayan membuat keindahan dan mulltikultural masyarakat.


Barat di perbatasan malino gowa,dalam ketinggian yang berjejeran pohon pinus dan dinginnya suhu, sawah dalam hamparan yang berdinasti membuat dalam keteraturan keindahan bagi sang penatap. Masyarakat dalam keramahannya membuat pengharapan dalam senyumanya kebahagiaan yang berlimpah. Borong dalam pelosok selatan menjajikan keindahan yang mempesona tersimpan kandungan alam yang membuat dalam kerinduan akan kembali menatapnya.


Tellu limpoe buah buahan dalam keterlimpahan yang ciri khas durian, rambutan, langsat di kala musimnya menyapa membuat kita tak sadar akan keindahan dan kebahagiaan yang tersembunyi di balik sunyinya malam.


Pulau sembilan dalam jejeran 9 nya membuat kita dalam dekapan. daerah pesisir yang membahana dalam karang dan laut yang biru.


Tetap jaga alam  sinjai dan nilai budaya nya sebab tersimpan jejak kehidupan yang bermakna .

 advokasi wacana




Minggu, 25 Januari 2015

AGAMA ADAT DAN LINGKUNGAN



Ajaran atau nilai-nilai agama sebagaimana di ajarkan agama islam dalam AL-Qur’an seperti Q.S Ar Ruum(30) ayat 41; Q.S AL’A’Raaf (7)ayat (56) mempunyai sumbangan yang sangat signifikan dalam bangunan hukum lingkungan sebagai dasar utama fundamental hukum lingkungan. 

Adat dan kebiasaan yang ada dalam masyarakat sulawesi selatan juga mengandunng kearifan tentang pemanfaatan dan pemeliharaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang telah tumbuh dan berkembang sejak berabad-abad yang lampau.

Seperti dalam ‘lontara latoa” sumber hukum masyarakat bugis. Kosnadi hardjasoemantri (1991) mengemukakan, bahwa banyak norma dan kearifan sosial budaya tradisional yang berasaskan keserasian antara manusia dan linngkungan hidupnya memberi tempat tinggi pada pelestarian lingkungan hidup. Adanya tata nilai yang mewajibkan setiap orang untuk memelihara ciptaan tuhan.

Pelestarian merupakan bagian dari ajaran agama. Q.S.AL Jaatsiyah (43) ayat 12 Allah menundukkan lautan untukmmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seisinya,dan supaya kamu dapat mencari sebagian karunianya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.
Selanjutnya di ayat 13 dan dia yang menundukkan untukmu apa ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya rahmatnya dari padanya,sesungguhnya tanda tanda kekuasaan bagi kaum berfikir. 

Bumi di ciptakan dalam keadaan baik,tanpa cacat/kerakusan dan seimbang juga merupakan tempat dan sumber keberlanngsungan hidup dan peradaban manusia. Akan tetapi dalam Q.S. Ar Ruum(30) ayat 41 telah nampak kerusakan di muka bumi ini disebabkan perbuatan tangan manusia.supaya merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka,agar mereka kembali kejalan yang benar.

Akibat keserakahan manusia, pengalifungsian hutan menjadi pabrik-pabrik,pembabatan hutan mengakiatkan longsor.kota kota tak lagi pohon hingga dengan mudahnya tergenang air karena kurangnya peyerapan.

Di dalam lontara (Latoa :20) di temukan pappaseng toriolo (ajaran leluhur) yang menyatakan iyapa nariaseng onrong madeceng wanuae,engkapa ennengnge uwagenwmna,seuwwanI, ekapa arung riwanuae,namalempu,maduanna,engkapa uwwae tuona,
matelunna,maloappi assurenna,betuanna maloappi galunna engrengge addarekkenna, maeppana engpa pasana,engkapa tommatoanna namacca na malempu maennena engkapa sanrona.

barulah di sebut baik tempat tinggal atau negara bilaman memiliki 6 unsur harus ada raja yang jujur dalam negeri,harus ada air hidup,luas tempat keluarganya luas sawah dan ladangnya,harus ada pasarnya,harus ada orang tua pintar,apabila ada dukungnya.

Di atas adanya syarat uwae tuo sebuah prinsip ekologi yang menunjukkan cara berfikir holistik tentang pengelolaan linngkunngan hidup dan hukum lingkungan. Seperti halnya adat karampuang ketika menebang 1 pohon harus menanam 5 pohon agar keseimbangan tetap terjaga. 

Seperti kata mahatma gandhi alam cukup memenuhi kebutuhan manusia akan tetapi tak mampu memenuhi keserakahan manuisa.

Allah memberi kita lidah untuk berbicara untuk mengatakan bahwa itu adalah salah ketika keserakahan tentang alam. Allah memberi kita dua teliga untuk mendegar jeritan alam yang di perbuat oleh manusia rakus. Allah memberi mata untuk melihat keindahan sekaligus mengamati akan kah ada pengrusakan. Dan Allah memberi kita akal untuk berfikir.

Nasib alam tergantung perilaku kita Alam adalah laksana sebuah guru. Di dalamnya terdapat perjuangan hidup yang telah di tempuh manusia.maka belajarlah dari alam. 

Devisi Advokasi wacana MPA TOMANURUNG HIPPMAS

Langkah Baru Di Era Baru Mpa Tomanurung


Pelantikan dan rapat kerja IV MPA Tomanurung HIPPMAS yang berlangsung di asrama putra Sinjai pada tanggal 24-25 januari 2015. Sebuah ritual dalam kelembagaan, sebuah perjalanan baru di era kepemimpinan baru dI mulai. Sebuah langkah penyusunan proker untuk hari esok yang lebih baik, secercah amanah dan harapan tertumpuh padanya.

Di zaman yang serba konpleksibilitas, Ada banyak problematika yang terjadi dalam dunia kelembagaan, luntunya kemanpuan berpikir kritis, lunturnya budaya si pakatabe akan di bangun kembali. Sebuah komitmen dalam perjalanan menuyusuri jejak untuk hari esok di puncak kejayaan. Perjalanan mengungkap makna di balik sebuah fakta dalam organisasi Mpa Tomanurung.

Dalam perjalanan harus di perintah oleh fungsi. Dalam artian keterlibatan dalam struktural bukan semata mata hanya sebagai simbolik ibarat lambang tak punya makna yang hanya di tafsirkan dengan abal-abal, tapi nantinya adalah fungsi di jalankan oleh aktor yang terlibat dalam struktur dengan penuh loyalitas dan semangat tinggi.untuk kader di hari esok menjadi pemimpin yang mencintai alam.Semua makna dalam pencinta alaman mengungkap makna antara manusia alam dan pencipta.

Akankah seperti senja menyapa. Cahaya muncul dari barat setelah hujan gerimis menhilang. 

Akankah menjadi bintang dan rembulan di malam hari setelah senja kembali kejurang jurang persembunyian

Ataukah mengikut ke jurang-jurang gelap tanpa menyisahkan sepercik cahaya ketika  malam menyapa?

Ataukah kita masih diam membisu dalam gelap ketika alam mulai menagis”

Sebuah harapan di hari esok untuk alam yang mulai tak seimbang sebab keserakahan yang di perbuat bagi orang yang munafik.
 
Sebuah perjalanan yang penuh tanda tanya untuk hari esok.

Devisi Advoksi Wacana Mpa Tomanurung Hippmas
                                                                        

Ketika Gunung Mengajari




Bila engkau langkahkan kakimu mendaki gunung maka langkah itu awal kedamaian melalui alam.engkau akan belajar banyak hal, tentang manusia, alam dan pencipta.

Dalam perjalanan menyusuri jejak jejak jalan yang  sempit, engkau akan di ajarkan tentang perjuangan sejati, persahabatan sejati bukan hanya sahabat yang mau bahagia bersama tak peduli ketika susah melanda tapi alam lah yang menjabanya.

Langkah kaki dalam jurang jurang engkau di ajarkan tentang prinsip ke hati hatian dalam melangkah agar tidak jatuh dalam jurang-jurang sebuah prinsip akan perjalanan hidup agar tidak jatuh dalam manusia manusia serakah.

Ketika engkau di puncak, engkau akan melihat dari ketinggian yang tak tertandingi,dengan sinar mentari yang tak berpenhalang pandangan.tapi engkau tak sadari waktu terlalu cepat hingga awan awan menutupi semua cahaya itu.kabut putih tak tertembus pandangan yang tersisa, hingga engkau baru sadar keindahan adalah titipan pencipta,hingga kau ucapkan sujud syukur meskipun bukan di atas sajadah. Bila malam datang menyapa,angin dan gerimis hujan yang membuat kulitmu merasa kedinginan. Hingga kesadaranmu datang menyapa pikiran bahwa manusia tidak ada apa-apanya ketika alam yang berbicara.bersyukur lah sebab alam saja tunduk sama pencipta apalagi kita manusia yang hina di hadapan pencipta.

nasehat seorang perintis mengugah makna petualangan.

Ketika Perintis Mengungkap Makna





Ketika perintis mengungkap  makna

Malam di ketiadaan bintang dan rembulan, cakralawa sunyi gelap,angan-angan menjelma dalam peraduan mimpinya di sudut sunyinya kota. ada cengkraman perintis dalam sebuah ruangan sempit. Dia bercerita tentang aku dan mereka. Mereka dengan alamku yang tak lagi hijau sebab keserakahan. 

keserakahan manusia sebagai aktor perekayasa sosial yang tak berprinsip nilai dan moral. Termasuk alamku yang ingin di bumi haguskan karena kerakusan. Nilai nilai kearifan lokal bugis makassar yang mencari kedamaian seperti dalam nilai yang di anut budaya karampuang kec.Bulupoddo kab.Sinjai di anggap sudah klasik. Sementara itu semua tersimpan ribuan makna.makna akan konsistensi menjaga alam agar keseimbagan manusia dan alam tetap terjaga. 

Akankah semua itu di abaikan sementara itu adalah filosofi bugis yang tersimpan ribuan makna’

Akankah anak cucu kita masih menikmati alam yang hijau dihari esok?

Atau kah hari esok tak mengenal hijaunya alam?

Ataukah hari ini atas perbuatan kita menghasilkan derita dan kegersangan alam untuk anak cucu kita di hari esok.

sebuah pertanyaan yang belum kutau jabanya dalam perjalanan meyusuri jalan setapak